Muzakarah MUI Ponorogo Soroti Perkembangan Aliran Kepercayaan di Daerah
Ponorogo, 9 Maret 2026 — Ketua dan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mlarak turut berpartisipasi dalam kegiatan Muzakarah Perkembangan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan di Ponorogo yang diselenggarakan oleh MUI Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus MUI dari berbagai kecamatan serta tokoh agama di Kabupaten Ponorogo.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kabupaten Ponorogo, Prof. Dr. K.H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag., menyampaikan beberapa fenomena yang perlu menjadi perhatian bersama terkait perkembangan aliran kepercayaan di masyarakat.
Beliau menjelaskan bahwa saat ini terjadi migrasi yang cukup besar dalam pencantuman identitas KTP pada sebagian masyarakat yang memilih aliran kepercayaan. Fenomena tersebut memunculkan sejumlah persoalan sosial di tengah masyarakat.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah adanya kejadian di daerah Jintap, ketika seorang penganut aliran kepercayaan meninggal dunia namun tidak diterima untuk dimakamkan di pemakaman setempat. Menurut beliau, kondisi seperti ini menunjukkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar persoalan keagamaan dan sosial dapat disikapi dengan bijak dan tidak menimbulkan konflik.
Di Kabupaten Ponorogo sendiri, menurut Kiai Luthfi, terdapat sekitar 12 hingga 15 aliran kepercayaan. Sebagian penganutnya masih menjalankan praktik keagamaan Islam, sementara sebagian lainnya secara administratif telah mencantumkan identitas sebagai penganut aliran kepercayaan di KTP.
Selain membahas isu tersebut, Kiai Luthfi juga menyampaikan bahwa MUI Kabupaten Ponorogo tetap aktif menjalankan berbagai program keumatan, meskipun saat ini belum ada dana kegiatan yang cair. Beberapa program yang terus berjalan antara lain:
Penguatan produk halal
Program Juru Sembelih Halal (JULEHA) bekerja sama dengan Kementerian Agama
Safari Ramadhan ke berbagai wilayah
Khusus Safari Ramadhan, beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut kini juga diarahkan untuk menyasar kalangan remaja di sekolah-sekolah, sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengingatkan kondisi dunia yang sedang menghadapi berbagai persoalan dan konflik. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, termasuk melaksanakan qunut nazilah, agar keadaan dunia menjadi lebih baik dan penuh kedamaian.
Sementara itu, sambutan pemerintah daerah yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Ponorogo, Hadi Rusdiono, menyampaikan permohonan maaf karena Plt. Bupati Ponorogo tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Ponorogo yang terus aktif menjalankan berbagai kegiatan keumatan di tengah masyarakat. Menurutnya, isu terkait aliran kepercayaan merupakan persoalan yang sensitif, namun MUI dinilai telah mengambil langkah yang tepat dalam menyikapi persoalan tersebut.
Kegiatan muzakarah ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Ponorogo, Drs. K.H. M. Ansor Rusydi, dengan harapan agar masyarakat Ponorogo senantiasa diberikan kerukunan, kedamaian, dan keberkahan.
Partisipasi Ketua dan Sekretaris MUI Kecamatan Mlarak dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting untuk memperkuat peran MUI di tingkat kecamatan dalam memberikan pembinaan keagamaan, menjaga kerukunan umat, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dinamika keagamaan yang berkembang.

Post a Comment