Safari Ramadhan 1447 H MUI Mlarak #2 di Masjid Duwur Sunan Ampel: Pererat Ukhuwah, Tebar Berkah, dan Pesan Kedamaian







MLARAK
, 28 Februari 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Mlarak bersama jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) kembali menggelar agenda rutin tahunan, Safari Ramadhan 1447 H. Pada putaran kali ini, acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Masjid Duwur Sunan Ampel, Desa Mlarak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penyampaian program pemerintah, edukasi masyarakat, serta berbagi kebahagiaan di bulan yang suci.

Pembukaan dan Sinergi Pembangunan Berkelanjutan

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Umum MUI Kecamatan Mlarak, Dr. Nur Kolis, S.Ag., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menguraikan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah di tengah masyarakat. Beliau menekankan bahwa Safari Ramadhan adalah wujud nyata kehadiran ulama dan umara (pemimpin) di tengah umat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat keimanan dan ketakwaan selama bulan suci.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Danramil Mlarak. Beliau membawa dua pesan penting bagi masyarakat Desa Mlarak:

  1. Program Koperasi Merah Putih: Danramil menyosialisasikan pelaksanaan program Koperasi Merah Putih yang bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara finansial.

  2. Himbauan Keamanan dan Ketertiban (Kamtibmas): Demi menjaga kekhusyukan dan kenyamanan ibadah di bulan Ramadhan, Danramil secara tegas melarang masyarakat untuk menyalakan petasan dan menerbangkan balon udara tanpa izin. Selain berbahaya bagi keselamatan jiwa dan harta benda, hal tersebut juga berpotensi mengganggu jalur penerbangan udara.

Tausiyah: 4 Golongan yang Dirindukan Surga

 

Puncak acara spiritual diisi dengan tausiyah yang menyejukkan hati oleh Ketua KUA Kecamatan Mlarak, K.H. Imam Barokah, S.Sos. Beliau menyampaikan materi yang sangat menggugah berjudul "4 Golongan yang Dirindukan Surga". Beliau menguraikan keempat golongan tersebut, yaitu:

  • Taalil Quran (Pembaca Al-Quran): Surga merindukan mereka yang senantiasa membasahi bibirnya dengan lantunan ayat suci Al-Quran, tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga berusaha memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di bulan Ramadhan yang merupakan Syahrul Quran.

  • Haafidzullisaan (Penjaga Lisan): Golongan kedua adalah mereka yang mampu menahan lisannya dari perkataan dusta, gibah (menggunjing), namimah (adu domba), dan kata-kata kotor. Menjaga lisan adalah esensi dari puasa itu sendiri, yaitu menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa.

  • Muth'imul Jii'aan (Pemberi Makan Orang Lapar): Kepedulian sosial sangat diuji di bulan puasa. Mereka yang gemar berbagi rezeki, memberikan hidangan berbuka (takjil) kepada orang yang berpuasa, atau menyantuni fakir miskin adalah golongan yang sangat dirindukan oleh surga.

  • Shoim Fi Syahri Romadhon (Orang yang Berpuasa di Bulan Ramadhan): Mereka yang menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan semata-mata mengharap rida Allah SWT (imanan wa ihtisaban) akan diampuni dosa-dosanya dan mendapatkan tempat istimewa di surga.

Tali Asih dan Penutup yang Penuh Berkah

 

Sebagai bentuk kepedulian nyata (Muth'imul Jii'aan), acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dan tali asih kepada masyarakat yang membutuhkan dan pihak masjid.

  • Camat Mlarak, Bapak Joko Setiawan, secara simbolis menyerahkan bantuan tali asih dari Pemerintah Kecamatan Mlarak kepada 10 anak dhuafa di lingkungan Desa Mlarak.

  • Ketua KUA yang mewakili MUI Mlarak menyerahkan bingkisan kepada Pengurus Takmir Masjid Duwur Sunan Ampel.

  • Kapolsek Mlarak juga turut menyerahkan cinderamata dari Polsek Mlarak kepada Pengurus Masjid sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan lingkungan masjid.

Rangkaian acara yang penuh berkah ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Ketua MUI Kecamatan Mlarak, Ustadz Rudi Pudiyanto, memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Mlarak.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama jajaran Forpimcam, pengurus MUI, tokoh agama, dan masyarakat, yang dilanjutkan dengan ramah tamah untuk mempererat keakraban antara warga dan para pemimpinnya.

https://youtu.be/9OXX2C59vms?si=mgMST7cNv-klJunf 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.